"Hari kelahiranku adalah hari pertama turunnya salju di tahun itu. Gadis berusia 7 tahun yang dipanggil Shing-Shing melangkah di atas salju yang belum pernah diinjak seorangpun, datang untuk menemuiku," ujar Joo Wan dalam narasinya.
Tampak seorang gadis kecil keluar dari rumahnya. Gadis itu melangkah melewati rumah-rumah dan pertokoan, sampai akhirnya ia berhenti di depan sebuah rumah.
"Aku mendengar segalanya dari Shing-Shing. Saat aku lahir, dia bilang aku terlihat seperti kentang manis. Namun, aku tidak percaya hal itu."
Bagaimana dia bisa hidup kalau dia sejelek itu?" keluh gadis itu.
"Aku tumbuh di rumah Shing-Shing. Saat bersamaku, dia bilang aku terlihat seperti kentang manis yang matang. Aku bertambah jelek. Itulah mengapa Shing-Shing bilang dia sering menutup wajahku."
Scene berpindah ke bandara. Joo Wan terbangun dari tidurnya. Ia menggunakan kopernya sebagai bantal.
"Aku kembali ke Korea setelah 17 tahun. Shing-Shing dalam ingatanku adalah gadis yang cerdas, polos, dan baik hati. Aku bertanya-tanya bagaimana Shing-Shing sekarang."
Di kantor CJ..
Tiga orang wanita sedang berjalan bersama hendak makan siang, salah satunya adalah Shing-Shing yang kini telah dewasa. Mereka sedang membicarakan hubungan salah satu dari mereka dengan pacarnya.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar